Kompas

Jawa Pos

Media Indonesia

Koran Tempo

Republika



Gatra

Femina

Matabaca

Noor

Annida





Jumat, 28 Maret 2008
Sajak Jam
jam itu penyanyi sepi
senandungkan lagu lagu ungu
memaksaku menangis
pada malam malam gerimis

jam itu seperti nabi
menyuruhku melepas semua baju
dan berhenti
bertanya ini itu

jam itu serupa ibu
yang pucat berkeringat
tetapi langkahnya selalu tegap
siap menegurku saban tergagap

jam itu menjelma pena
yang tintanya air samudra
ia menulis diriku di atas kertas putih
yang dapat kubaca kapan saja

jam itu serupa sebuah rumah
dengan tiang tiangnya
yang mudah goyah
oleh tiupan pelan sekalipun

jam itu bagai hantu
yang hidup di jantungku
kadang ia meradang:
"berhentilah menulis sajak tentangku!"

jam itu, jam itu
ia tumbuhkan apa apa di mataku
jam itu, jam itu
ia tunjukan jalan menuju kuburku

Wonosobo, Januari 2008

Label:

Minggu, 27 Januari 2008
Hantu Hari Minggu

hari minggu telah menjelma menjadi hantu. yang lebih menakutkan dari segala jenis hantu. ia menguntitku dari senin hingga sabtu. dan akan menerkamku pada minggu pagi yang kelabu.

hantu hari minggu menjelmakan dirinya di koran-koran. di antara iklan lowongan kerja yang tak pernah cocok. ia menyemburkan bisa ke dalam kepalaku. seperti juga berita perang dan politik yang selalu ada.

hantu hari minggu telah melenyapkan ruh puisi-puisiku. juga puisi-puisi yang kubaca di hari minggu.

hantu hari minggu, adakah juga menakutimu?

Wonosobo, 2007

Label:

Sabtu, 19 Januari 2008
AKU MALU MENULIS PUISI
napasku api
membakar kata kata sendiri
aku malu menulis puisi

dunia bagai pelacur cerewet
memelukku dan meminta macam macam
sedangkan aku tak punya apa apa untuk diberikan

kepalaku batu
kata kataku sebatas masa lalu
aku malu menulis puisi

aku serupa bunga
yang tumbuh bukan di atas tanah
melainkan di udaratak ada dalam sejarah

tintaku putih
tanganku tanpa jari
aku malu menulis puisi
"o penyair yang melukai kata kata sendiri
sudahlah, cuci mulutmu dengan air mata
dan mulailah menulis puisi lagi"

tapi kata kataku kehilangan arti
bahkan untuk diri sendiri
aku malu menulis puisi

Wonosobo, Januari 2008

Label: