Kompas

Jawa Pos

Media Indonesia

Koran Tempo

Republika



Gatra

Femina

Matabaca

Noor

Annida





Jumat, 28 Maret 2008
Once Upon A Time
I hate you enough to walk away and never turn back when time
goes by without you along the fading way crystallize the one-path
along my eyes and cheek as you go away..

I hate you enough to see the storm behind you already tear me up
and make me believe that my heart is not always come along
with my mind nor my one-body as you go away..

I hate you enough to wait a day after the day that I blessed for
bringing you back right into my eyes through my one-dimension
with the storm behind you following as you go away..

I..
We..
A lot..
Indeed..
And only..
That much..
Only that much..
Without you inside..
......................
................
.........
...



I hate you enough to understand one-moment that we had
once upon a time..

Label:

Pun, Aku
Pun aku..

Cinta itu benih sebibit, timang ku timang di ladang hati..
Antara terik ingin dan hujan cemburu, dua-musim berganti
Berayun-ayun dalam buaian angin, menuju yang tinggi..
Buah yang akan ku petik, ku nanti..

Pun aku..

Lekat dalam harap, mengundi dadu..
Mengira-ngira nanti guris senyummu..
Bagai kelopak padma mekar di tanganku..

Pun aku..

Padamu meradang..
Cinta..

Label:

Rayuanku
Ini hari kasih sayang, Sayang..
Kenapa ada mendung bergayut di dua gemawan yang selalu
merajukku lembut saat cemburu? Musim hujan masih jauh.
Sumur-sumur kita pun penuh. Apakah ada bandang yang rindu
mandi di telaga matamu?

Ini hari kasih sayang, Sayang..
Kenapa ada tanah yang bergunduk di dua gua tempat rayuanku
sembunyi dan semadi? Suara kubur masih hening. Tebing-tebing
kita tiada patah. Apakah ada kerikil yang mabuk pasir di antara
padang keningmu?

Ini hari kasih sayang, Sayang..
Kenapa ada pelangi terbalik di dua kutub cakrawala menyerupa
langkahku yang henti dalam renung? Langit masih tinggi.
Awan-awan kita pun gemuk. Apakah ada warna hijau yang lupa
hadir antara biru dan kuning di merah bibirmu?

Aku nyanyikan lagu kita dari sederai gundah..
Dalam sebait rindu yang mustahil dibabat..


Ini hari kasih sayang, Sayang..
Dingin yang tepat untuk kita meramu sayang..
Berbintang-bintang sayang..



Jakarta, Februari 2008

Label: