Jumat, 28 Maret 2008
Peristiwa Warna Pudar
gelisah ruh dusun berteriak; pulang! mendaki terjal puncak layar bahtera raja setelah warna memudar belum juga kita mengenal masing-masing diri seluruh pintu terbuka, ruang menganga benih dingin rapat tertanam lelap lembu betina menyiang pianggang sepanjang jalan dentang ganto, mengayun rindu sehamparan kusam tilam ranjang besi tua kemarau menjadi mimpi yang karib jejatuhan diri berangkat dari muasal tahun tahun purba dan onggok julang pepohon akasia tetap kugapai sejauh redup cahaya matahari yang menangisi kematian muda bukit karang di dada perempuan gembala bulan terjengkang, datanglah suara hujan mengurung purnama ringkuk padat memeras tumpah peluh lelangit ia benamkan raung sepilu saluang menyayat tipis sisa-sisa perjamuan malam raya di petak-petak kamar perantau sebab kereta lama sudah tak datang 2007 Label: Azan |
posted by danaupuisi at 14.22
